Breaking News

Arogansi Oknum Bidan Puskesmas Cipayung Cikarang Timur, Pelayanan Warga Desa Labansari Berakhir Kecewa




KABUPATEN BEKASI // jawara info 

Citra Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tercoreng oleh ulah tidak menyenangkan dari salah satu oknum pegawainya. Pelayanan publik yang seharusnya mengedepankan ramah tamah dan profesionalisme, justru dinilai ketus dan arogan.


Dugaan sikap tidak terpuji ini dialami oleh Ida, seorang warga Desa Labansari. Didampingi rekannya, Nyai, Ida bermaksud mendatangi Puskesmas Cipayung untuk membuka alat kontrasepsi implan miliknya yang sudah melewati masa berlaku. Namun, bukannya mendapatkan penanganan medis yang baik, ia justru mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari oknum bidan berinisial SM.


Kepada awak media, Ida menuturkan kekecewaannya atas arogansi oknum bidan tersebut saat dirinya tiba di lokasi.


> "Saya jauh-jauh datang ke Puskesmas Cipayung untuk membuka implan yang sudah lewat masanya, karena pemasangan awalnya dulu memang di sini. Begitu saya datang dan bertemu dengan yang namanya SM, dia langsung berkata dengan nada tinggi dan ketus, 'Heh, udah siang! Emang tindakan sebentar? Udah siang, kenapa enggak pagi!' sambil melotot ke arah saya," ungkap Ida dengan nada kecewa.


Mendengar bentakan dan melihat sikap ketus dari oknum bidan SM, Ida memilih untuk tidak memperpanjang adu mulut. Merasa haknya sebagai warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan telah diabaikan secara emosional, Ida langsung mengambil kembali KTP miliknya yang semula hendak dicatat sebagai persyaratan pendaftaran, lalu memutuskan untuk pulang bersama Nyai.


Kepala Puskesmas Sulit Dihubungi

Guna keberimbangan informasi (konfirmasi), awak media telah mencoba menghubungi Kepala Puskesmas Cipayung, Ajat, melalui pesan singkat WhatsApp untuk meminta keterangan dan tanggapan resmi terkait insiden ini.


Namun sangat disayangkan, hingga berita ini diturunkan, nomor kontak WhatsApp Kepala Puskesmas terpantau tidak aktif dan hanya menunjukkan indikator centang satu. Upaya konfirmasi lanjutan akan terus dilakukan guna mendapat klarifikasi lebih lanjut mengenai standar pelayanan di puskesmas tersebut.


Sikap yang ditunjukkan oleh oknum bidan SM ini tentu sangat disayangkan banyak pihak. Sebagai lembaga pelayanan kesehatan masyarakat, Puskesmas sudah sepatutnya memberikan pelayanan yang prima, humanis, dan terbaik bagi seluruh warga tanpa membeda-bedakan waktu pelayanan selama masih dalam jam operasional resmi.


Red AFU

Type and hit Enter to search

Close