CIKARANG TIMUR – JAWARA INFO
Kondisi infrastruktur jalan di perbatasan antara Desa Hegarmanah dan Desa Hegarmukti, tepatnya di wilayah Kampung Bugel Salam RT 02/02, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cikarang Timur, kian memprihatinkan. Kerap memicu kecelakaan, jalan rusak tersebut akhirnya diperbaiki secara swadaya oleh tokoh masyarakat setempat, H. Rinton Suhanta Bramantio, pada Minggu (10/05/2026).
Berawal dari Musibah Sang Anak
Aksi nyata pria yang akrab disapa Bos Rinton ini bukan tanpa alasan. Direktur PT Duta Mega Cemerlang tersebut mengaku sangat prihatin setelah anaknya sendiri menjadi korban di jalur maut tersebut.
Kepada awak media, Bos Rinton menceritakan bahwa buah hatinya mengalami kecelakaan saat sedang mengendarai sepeda ontel. Akibat jalan yang berlubang dan licin, sang anak terpeleset hingga menderita luka-luka yang cukup parah.
> "Saya merasa prihatin sekaligus kecewa. Seolah-olah pemerintah setempat tutup mata dengan kondisi jalan yang sudah rusak parah ini. Jangan sampai ada korban-korban lain yang jatuh lebih fatal lagi," tegas Bos Rinton di sela-sela kegiatan perbaikan jalan.
• Inisiatif Mandiri: Anggaran Pribadi Hingga Upah Pekerja
Melihat belum adanya tindakan nyata dari instansi terkait, Bos Rinton memutuskan untuk mengerahkan warga sekitar melakukan perbaikan secara langsung. Hebatnya, seluruh biaya pengadaan material hingga pengupahan tenaga kerja ditanggung sepenuhnya dari kantong pribadi sang pengusaha.
Langkah ini diambil demi menjamin keamanan warga yang melintas, mengingat akses tersebut merupakan jalur vital penghubung antar-desa yang setiap harinya ramai dilalui pengendara.
Gotong Royong Bersama Warga
Pantauan di lokasi pada Minggu pagi menunjukkan antusiasme warga yang ikut serta membantu proses perbaikan. Hadir pula beberapa tokoh setempat yang memberikan dukungan, di antaranya Atta (Anggota BPD Desa Hegarmanah), Saepul (Ketua RW 02), sejumlah relawan dan warga Kampung Bugel Salam.
Kehadiran perwakilan BPD dan pengurus RW menunjukkan bahwa keresahan akan kondisi jalan ini memang sudah mencapai puncaknya. Warga berharap, aksi yang dilakukan Bos Rinton ini bisa menjadi tamparan sekaligus pengingat bagi Pemerintah Kabupaten Bekasi maupun pihak terkait agar lebih responsif terhadap laporan kerusakan infrastruktur sebelum memakan lebih banyak korban jiwa.
Red Abie FU



Social Footer